Pemerintah Gabungkan 4 BUMN Pengelola Pelabuhan

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengumumkan secara resmi menggabungkan empat BUMN pelabuhan. Keempat BUMN pelabuhan tersebut adalah PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), dan PT Pelindo IV (Persero). Dengan peleburan ini maka akan menjadi Pelabuhan Indonesia (Persero).

Direktur Utama PT Pelindo II, Arif Suhartono mengungkapkan, opsi penggabungan Pelindo tidak terlepas dari adanya permasalahan biaya logistik di Indonesia. Sebab, jika berbicara masalah logistik khususnya di bidang maritim hanya ada satu layanan saja.

“Opsi penggabungan tidak terlepas dari adanya permasalahan logistic cost di Indonesia. Ini salah satu pertimbangan utama kenapa pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN memutuskan untuk menggabungkan 4 Pelindo ini,” katanya dalam konferensi pers, Rabu (1/9).

 

 

Baca rekomendasi : Perusahaan Bongkar Muat

 

 

Dia mengatakan, keempat Pelindo saat ini terpisah dan mengakibatkan adanya kurang koordinasi. Contohnya Pelindo I-IV punya kapabilitas berbeda-beda, sehingga berdampak masalah operasional tidak terstandar.

“Karena ini entitas yang berbeda-beda masing punya capex yang berbeda ini yang pada akhirnya skala kecil beri dampak kurang optimal,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dengan Pelindo terintegrasi, tentu manajemen akan terkendali dan menjadi lebih bagus. Terpenting adalah tercipta standardisasi.

“Dan lambat laun akhrnya ke logistic cost dari capex akan lebih besar dan terakhir adalah sistem yang terstandar,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, merger ini sebetulnya merupakan rencana lama dan terwujud di periode saat ini. Di mana penggabungan ini baru akan dilakukan pada 1 Oktober 2021 mendatang.

“Kita berhasil menyatukan visi. Kita umumkan pada 1 Oktober 2021 nanti. Kita menunggu PP dasar dari penggabungan ini,” kata dia dalam konferensi pers, Rabu (1/9).

Dia berharap dengan penggabungan ini maka dapat menjadi roadmap secara terintegrasi. Kedua tidak kalah penting adalah masalah operasional, pelayanan, dan kecepatan bisa lebih terjaga di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia.

 

 

Selanjutnya, penggabungan ini juga diharapkan agar alokasi investasi daripada perusahaan ini bisa lebih optimal secara nasional. Serta diharapkan banyak kontribusi kepada ekonomi nasional.

“Nilai dari Pelindo meningkat di sisi lain peningkatan nilai ini memberikan lapangan kerja luas memberikan kemudahan layanan dan efisien menggunakan jasa pelabuhan,” tandasnya.