Kenapa Sterilisasi Di Dokter Gigi Sangat Penting Sekali

Menurut saya ialah kalimat yang paling mengerikan di dunia kedokteran gigi. Terlebih bila kita berbicara berkenaan hygiene dan sterilisasi.

Tentang itu, gak dapat bermain-main. Karena tugas dokter gigi ialah bertindak interferensi dalam tubuh manusia (yes, gigi ialah anggota badan manusia). Entahlah itu lakukan preparasi, perawatan aliran akar, pencabutan, bleaching gigi, dan sebagainya. Karena itu jika di luar negeri, dokter gigi itu disebutkan dental surgeon.

Dokter gigi dan tim wajib melakukan beberapa hal kecil yang perlu dilaksanakan secara benar. Karena bila tidak, akan menyebabkan suatu hal yang fatal. Khususnya dalam soal sterilisasi alat.

Filosofi kami..

Pulang Dari Dokter Gigi Pasien Harus Lebih Sehat Bukanlah Justru Jadi Sakit
Pertama, dokter gigi bertindak di mulut pasien. Walau sebenarnya kita mengetahui jika di mulut seorang ada banyak bakteri, virus dan mikroorganisme lain. Dan mulut sendiri sebagai pintu masuk khusus mikroorganisme untuk masuk ke badan manusia.

Ke-2 , cipratan air (droplets) dan air sebagai buih (aerosol) tidak dapat dihindarkan karena ada alatnberkecepatan tinggi seperti bur dan scaler. Walau sebenarnya aerosol ini memiliki kandungan cairan badan yang bisa memiliki kandungan penyakit. Apabila tidak dikontrol, menjadi sumber penebaran penyakit.

Lihat juga : dokter spesialis gigi di bandung

Saat dokter gigi sentuh mulut pasien, alat-alatnya telah terpampang oleh penyakit yang berada di dalam pasien itu (sudah pasti bila pasien itu sakit). Hingga saat kami sentuh mulut pasien seterusnya, kami berpotensi untuk menebarkan penyakit itu ke pasien ini. Berikut yang kami kerap sebutkan sebagai kontaminasi silang atau cross-contamination. Yakni penebaran penyakit dari 1 pribadi ke pribadi lain lewat object yang tercemar. Oleh karenanya, saya benar-benar memandang serius proses sterilisasi di klinik gigi Aesthetics Dental Care. Tidak dapat lho kita menyepelekan proses sterilisasi alat karena penyebaran penyakit akan gampang sekali terjadi.

Saat ini lebih banyak orang baru ramai karena wabah Covid-19,
Tetapi perlu Anda kenali jika banyak pula bakteri serta virus menyebar yang telah bersebaran dari lama dan dapat memunculkan penyakit. Kita mengambil contoh influenza. Banyak orang Indonesia memandang jika flu ialah penyakit biasa yang dapat diobati dengan beberapa obat yang berada di pasaran. Easy.

Namun…

Coba skenarionya ini. Saat ke dokter gigi, Anda terkena virus flu dari pasien yang dirawat saat sebelum Anda. Anda kemungkinan tidak jadi sakit karena anti-bodi badan Anda kuat. Sedang rupanya secara tidak menyengaja Anda menyebari anak Anda dari virus yang Anda membawa. Dan anak Anda mendadak sakit. Demam, batuk, pilek, hingga tidak dapat tidur dan tidak dapat sekolah.

Saya seorang Ibu dari 3 anak, saya mengetahui begitu bersedih dan begitu sulitnya bila anak sampai sakit. Belum juga bila Anda ialah orang-tua yang bekerja. Hal paling akhir yang Anda harapkan terjadi ialah anak alami sakit.

Oleh karenanya, saya sebagai dokter gigi sekalian Ibu, konsep saya satu: Tiap pasien yang tiba ke klinik gigi ADC demikian pulang agar lebih sehat, bukanlah jadi sakit.

Saya katakan lebih detil..

Standar Sterilisasi Klinik Gigi Benar-benar Penting

Rerata, dokter gigi memakai 10 alat saat mengecek gigi Anda. Dimulai dari bur, handpiece, kaca mulut, instrumen diagnosis, dan lain-lain. Saat perlakuan, beberapa alat ini semua terpampang di mulut pasien. Apa lagi bila ada perlakuan agresif seperti preparasi (pengeboran), pembersihan kalkulus gigi, dan pencabutan atau bedah. Beberapa tindakan ini, terlebih bila ada darah yang mengucur, bisa menyebarkan beragam jenis penyakit menyebar terhitung Hepatitis, TBC, bahkan juga HIV.

Oleh karenanya, di ADC kami memiliki standar sterilisasi dan desinfeksi yang kami sebutkan sebagai OneCare. Mengapa OneCare? Karena it’s our Number One priority.

Dalam aplikasinya, kami memakai instrument cuman sesudah lewat one sterilization cycle. Antara interval pasien, kami wajib melakukan one disinfection cycle pada permukaan dan ruang. Sepanjang perlakuan pasien kami memakai one protection cover sekali saja pakai. Yakni susunan perlindungan untuk beberapa bagian yang beberapa dokter dan tim sentuh.

Clean Table Kebijakan

Perlakuan interferensi dengan kecepatan tinggi (high speed) akan hasilkan aerosol yang bisa melayang-layang beberapa mtr.. Oleh karenanya kami mengaplikasikan clean table kebijakan di mana jangan ada barang di atas meja dental unit sebelum dan setelah perlakuan.

Di saat perlakuan, seluruh bahan yang dokter pakai dan ditempatkan di meja dental unit harus dibuang (bila disposable). Sedang untuk instrument, harus disteril meskipun alat itu tidak digunakan benar-benar sepanjang perlakuan.

Sepanjang Covid-19…
Sepanjang Covid-19 kami memakai perlindungan tambahan, seperti Alat Pelindungan Diri yang dikenai oleh dokter dan beberapa perawat. Kami menukar APD yang kami pakai untuk tiap pasien. Mengapa harus tukar?

Karena meskipun tenaga kesehatan kami terlindung. Kami sadar sisi luar APD yang kami gunakan bisa terkontaminasi oleh droplets dari pasien awalnya. Oleh karenanya kami harus menukarnya tiap sesudah usai satu perlakuan untuk menghindar transmisi bakteri serta virus dari 1 pasien ke pasien yang lain.

Kami lakukan Radiasi UV sesudah usai perlakuan pasien, untuk bersihkan udara di ruang klinik. Dan paling akhir, kami memberinya jarak yang cukup antara pasien terlebih bila ada perlakuan agresif pada pasien yang awalnya.

Jagalah Diri Anda Dan Keluarga
Secara individu saya ingin ajak Anda untuk jagalah diri Anda dan keluarga. Tidak cuma ketika wabah ini, tetapi sesudah ini semua usai. Saya harus memberitahukan jika perawatan gigi terhitung perlakuan yang mempunyai resiko kontaminasi. Yakinkan Anda selective dan menjaga diri, terlebih bila Anda memiliki anak yang umur sekolah.

Sumber : infopraktekdokter.com