Jenis anggaran iklan

Perusahaan mampu manfaatkan beberapa metode untuk menetapkan anggaran iklan. Masing-masing miliki berlebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah empat diantaranya:

-Metode kandungan penjualan (percentage of sales method)
-Metode anggaran yang terjangkau dan dana yang tersedia (affordable method)
-Metode paritas kompetitif (competitive parity method)
-Metode target dan tugas (objective plus task method)
-Metode kandungan penjualan

Dalam hal ini, perusahaan mengalokasikan anggaran iklan berdasarkan kandungan tertentu dari total penjualan tahun di awalnya atau rata-rata penjualan beberapa tahun terakhir. Misalnya, perusahaan menetapkan anggaran sebesar 2%-5% dari pendapatan tahun sebelumnya.

 

Metode ini simple dan aman.

Tapi, metode ini terhitung punya kandungan sejumlah kelemahan. Metode ini mengasumsikan suasana pasar tidak berubah. Perusahaan terhitung mengasumsikan tingkah laku audiens dan peta kompetisi relatif serupa dibandingkan bersama sebelumnya.

Asumsi semacam itu barangkali tidak realistis bagi beberapa perusahaan. Kinerja dan keberhasilan iklan di awalnya bukanlah prediktor paling baik bagi efektivitas iklan selagi ini ataupun di era depan.

Perusahaan barangkali perlu anggaran iklan yang lebih besar di tahun ini daripada tahun sebelumnya, sekiranya karena kompetisi makin lama ketat. Beberapa pesaing utama menganggarkan belanja iklan yang lebih besar. Jika tidak melaksanakan hal yang sama, perusahaan barangkali bakal melihat penjualannya turun di tahun ini.

Singkat cerita, metode kandungan penjualan bukan pilihan yang paling pas saat pasar konsisten dinamis.

Asumsi ke dua metode ini adalah penjualan secara langsung berkenaan bersama iklan. Semakin tinggi target penjualan, makin lama tinggi belanja iklan.

Asumsi semacam itu adalah tidak mendasar. Iklan tidak pengaruhi penjualan secara langsung, tapi cuma pengaruhi langkah pandang konsumen terhadap sebuah produk. Itu hanya salah satu sumber Info bagi mereka didalam mengambil alih keputusan pembelian.

 

Metode anggaran terjangkau dan tersedia

Di bawah metode terjangkau, anggaran iklan bergantung terhadap kapasitas perusahaan untuk untuk membelanjakan iklan. Dengan kata lain, anggaran bergantung terhadap seberapa banyak uang yang perusahaan miliki. Semakin kuat posisi keuangan perusahaan, makin lama besar anggaran iklan.

Dengan metode ini, perusahaan bakal mengalokasikan anggaran iklan cuma jika perusahaan sudah mengalokasikan pengeluaran lainnya. Jika perusahaan miliki sisa dana yang cukup besar, perusahaan mengeluarkannya untuk iklan. Sebaliknya, jika tidak tersedia dana, perusahaan pasti saja wajib mengelola product tanpa iklan.

Misalnya, anggaran operasional perusahaan adalah sebesar Rp2 miliar. Dari total tersebut, pengeluaran untuk input, gaji, dan beban operasional lainnya adalah sebesar Rp1,7 miliar. Sehingga, dana tersisa adalah sebesar Rp300 juta dan perusahaan mampu membelanjakannya untuk iklan.

 

Metode paritas kompetitif

Di bawah metode paritas kompetitif, perusahaan mengkalkulasi anggaran cocok bersama belanja iklan pesaing atau rata-rata industri. Tujuannya adalah untuk setidaknya mengimbangi efek dari belanja iklan pesaing.
Anggaran barangkali pas atau di atas rata-rata pesaing. Itu bergantung terhadap target perusahaan.

Jika menargetkan penjualan yang lebih tinggi daripada pesaing perusahaan menetapkan belanja iklan yang lebih tinggi. Anggaran iklan yang serupa bersama rata-rata pesaing adalah untuk mempertahankan penjualan dan pangsa pasar selagi ini.

Metode paritas kompetitif mengasumsikan anggaran iklan berkorelasi bersama penjualan. Jika perusahaan memasang anggaran yang lebih tinggi, itu harusnya meningkatkan penjualan secara lebih tinggi daripada pesaing.

Asumsi semacam itu tidak pas karena penjualan tidak selalu berkorelasi positif bersama anggaran iklan. Berbagai aspek lain seperti citra perusahaan dan product terhitung miliki efek terhadap keputusan pembelian.

Selain itu, metode ini terhitung melihat keseragaman respon audiens terhadap beragam iklan, baik milik perusahaan ataupun pesaing.

Tentu saja, analisis semacam itu mampu menyesatkan. Tidak tersedia pasar dan respon konsumen yang sama juga sama. Meski meraih Info yang sama, subjektivitas individu memilih respon dan keputusan mereka untuk membeli.

 

Metode target dan tugas

Metode target dan tugas diakui sebagai yang paling masuk akal. Oleh karena itu, beberapa perusahaan besar lebih puas manfaatkan pendekatan ini. Dalam hal ini, perusahaan menetapkan anggaran iklan berdasarkan kegiatan atau tugas yang dikonsumsi.

Manfaat utama metode ini adalah amat mungkin perusahaan untuk mengkorelasikan pengeluaran iklan bersama target pemasaran keseluruhan.

Di bawah metode ini, perusahaan iklan jakarta khususnya dahulu menetapkan target iklan secara konkret. Kemudian, mereka memilih sumber kekuatan dan kegiatan tertentu yang dibutuhkan untuk meraih target tersebut. Perusahaan lantas memilih berapa biaya untuk masing-masing kegiatan dan menjumlahkannya untuk meraih angka total.