Cara Kerja dan Pengelompokan Chiller

Chiller terdiri berasal dari reservoir yang diisi dengan cairan seperti air atau campuran etilen glikol dimana sirkulasi air akan terus terjadi. Dalam aplikasi bangunan khas, air dingin disirkulasikan ke penangan hawa atau sekarang balok pendingin yang makin lama banyak digunakan untuk mentransfer panas berasal dari hawa ke air, atau sebaliknya, mentransfer pendinginan berasal dari air ke hawa bangunan. Diagram skematik plant chiller ditunjukkan pada gambar di bawah.

Chiller dapat diklasifikasikan sebagai pendingin absorpsi dan pendingin kompresi refrigeran, berdasarkan siklus refrigeran area mereka bekerja.

Proses pendinginan berlainan secara vital pada dua style pendingin. Penyerap pendingin memanfaatkan sumber panas seperti gas alam atau uap untuk menciptakan efek pendinginan. Pendingin Chiller umumnya memanfaatkan kompresi mekanik dan merupakan yang paling umum. Chiller kompresi (compressor chiller) terdiri berasal dari empat komponen utama , meliputi kompresor, evaporator, kondensor danvalve matering sistem. Pada dasarnya, pendingin menyatukan panas, dan sesudah itu memanfaatkan penukar panas evaporator untuk menghalau panas itu.

Ada dua style sarana pendingin chiller, yakni dengan memanfaatkan pendingin hawa dan air. Kondensor hawa didinginkan dengan memanfaatkan udara, namun kondensor air didinginkan dengan memanfaatkan sumber air. Pendingin air umumnya digunakan untuk keperluan pendiginan di didalam gedung dan memanfaatkan menara pendingin, kolam, atau sungai yang terletak di dekat gedung untuk melepas panas air berasal dari kondensor.

Chiller dengan kondensor yang didinginkan oleh hawa beroperasi pada dasarnya mirip dengan yang didinginkan oleh air perihal siklus refrigeran dan tangga di sepanjang jalan. Media pendingin pada kondensor tentu saja udara, bukan air. Chiller berpendingin hawa dimaksudkan untuk pemasangan dan pengoperasian luar ruangan.

Jenis ini melepas panas ke atmosfir dengan cara mekanis seperti sirkulasi hawa luar oleh kipas secara segera melalui kondensor mesin. Jenis unit pendingin kondensor ini tidak membutuhkan menara pendingin seperti yang biasa dijalankan pendingin air. Berdasarkan metode kompresi refrigeran didalam fase uapnya, chiller termasuk dapat dikelompokkan jadi empat kategori. Kompresor yang digunakan dapat bersifat reciprocating, sentrifugal, rotary screw dan rotary scroll.

Kompresor reciprocating memiliki poros engkol dan piston. Piston menekan gas dan gas dipanaskan. Gas panas dibuang ke kondensor. Piston memiliki katup intake dan exhaust yang dapat diakses sesuai permintaan sehingga memungkinkan piston berhenti. Beberapa umpama ini akan di kantor atau sekolah. Kapasitas lazim berkisar antara 20 hingga 125 ton apalagi dapat hingga 450 ton.

Kompresor sentrifugal beroperasi seperti pompa air sentrifugal gara-gara di dalamnya memuat impeller yang berfungsi untuk memampatkan zat pendingin. Chiller sentrifugal dapat memberikan kapasitas pendinginan yang terlampau tinggi didalam desain yang ringkas. Mereka memiliki kebolehan untuk memvariasikan kapasitas secara terus menerus untuk sesuaikan beraneka fluktuasi beban dengan pergantian proporsional yang hampir proporsional didalam konsumsi daya.

Chiller dengan kompresor style rotaty screw memiliki dua rotor beralur, pas rotor berputar maka gas akan dikompresi dengan pengurungan volume salah satu ke-2 rotor. Jenis ini membutuhkan toleransi tinggi sehingga dapat beroperasi dengan sempurna.

Chiller dengan Kompresor style rotaty screw memanfaatkan dua spiral untuk memompa dan memampatkan refrigeran. Umumnya, keliru satu gulungan tetap pas yang lain mengorbit secara eksentrik tanpa berputar didalam gulungan tetap lainnya.

Gerakan ini menjebak dan memampatkan kantong cairan di antara gulungan. Desain dan operasi ini menjadikannya style kompresor yang paling efisien. Kapasitas kompresor gulir berkisar antara 2 hingga 25 ton. Suhu pendinginan air dingin yang khas berkisar antara 39-45 ° F.

Untuk pemindahan panas yang tepat antara air yang beredar untuk didinginkan dengan zat pendingin, perlu untuk memelihara aliran air chiller yang cukup. Kisaran kecepatan aliran air dingin yang dianjurkan berkisar antara 3 dan 12 kaki per detik. Oleh gara-gara itu, terlampau perlu bagi chiller untuk menjaga aliran ini sehingga proses pendinginan terjadi dengan efektif dan penggunaan energi yang sesuai serta memelihara kinerja jangka panjang.

 

Absorption Chiller

Absorption chiller adalah mesin yang beroperasi berdasarkan siklus pendinginan absorpsi uap. Siklus ini terdiri berasal dari empat penukar panas utama, (generator, kondensor, evaporator dan penyerap) dengan dua style larutan, (refrigeran dan absorben). Selama siklus ini, tekanan tinggi akan terjadi di didalam generator dan kondensor, pas di didalam evaporator dan absorber akan tersedia tekanan rendah. Siklus di mulai dengan masukan zat panas di didalam generator Flow Meter LC. Sebagai hasil berasal dari masukan panas ini, larutan didalam generator akan dipisahkan jadi refrigeran dan weak salution.

Selanjutnya, refrigerant didalam bentuk uap akan masuk ke kondensor dan akan berubah jadi cairan. Bagian larutan akan masuk ke absorber, gara-gara tersedia perbedaan tekanan antara kondensor dan evaporator, zat pendingin akan mengalir ke didalam evaporator dan akan menyerap panas berasal dari air dingin yang beredar di didalam evaporator. Akibatnya, suhu air yang beredar berkurang dan sesudah itu digunakan untuk keperluan AC.

Refrigerant yang menguap sesudah itu akan memasuki absorber dimana akan dicampur dengan larutan lemah, campuran sesudah itu akan meraih suasana cair dan kelanjutannya akan masuk generator dan siklusnya berulang. Diagram skematik siklus pendinginan absorpsi uap udah ditunjukkan pada gambar di atas.

 

Vapor Compression Chiller

Diagram skematik chiller berdasarkan siklus pendinginan kompresi uap udah ditunjukkan pada di bawah. Refrigeran akan menguap dengan menyita panas berasal dari air dingin di evaporator sehingga melayani obyek utamanya. Refrigeran muncul berasal dari evaporator gara-gara uap tetapi di sisi lain air dingin dihasilkan. Dengan demikian, panas ditambahkan ke zat pendingin pada tekanan konstan tetapi diekstrak berasal dari air dingin. Baik refrigeran dan air dingin tidak tercampur dan dipisahkan oleh lebih dari satu dinding padat, seperti di evaporator dipisahkan oleh desain shell dan tube.

Uap refrigeran akan muncul berasal dari evaporator dan sesudah itu dikompresi dengan kompresor chiller hingga tekanan dan suhu jadi tinggi. Kompresor membutuhkan masukan energi untuk bekerja dan karenanya energi listrik dipasok ke sana. Uap pendingin menolak panas ke cairan pendinginan luar atau udara. Refrigeran didalam bentuk kental atau cair muncul berasal dari kondensor diperluas didalam katup ekspansi dan tekanan dan suhunya dikurangi hingga tingkat evaporator sehingga siklus di atas akan terus diulangi.