Bingung memilih Pemanas Air Tenaga Surya yang Terbaik?

Sebelum memutuskan membeli Pemanas air tanpa Listrik atau yang disebut solahart weter heater, perihal penting yang pertama kamu harus ketahui adalah bahan baku atau material yang digunakan untuk menampung air didalam tangki. Hampir seluruh brand pemanas air tenaga matahari yang dijual di Indonesia, untuk fungsi penyerapan panasnya seluruh unggul dan mampu menyediakan air panas yang berlimpah, baik itu brand yang murah sampai seri termahal sekalipun.

Yang jadi Pertanyaan adalah, berapa lama usia solar water heater ini ? Faktor air baku, dan suasana lingkungan, misal tempat yang lembab atau tempat pinggir pantai, benar-benar memengaruhi usia berasal dari pemanas air.

Jadi  untuk costumer yang dambakan membeli solar water heater, perihal paling utama jangan segera tertarik bersama harga yang murah, tapi sebaiknya segera bertanya dan memandang spesifikasi unit solar water heaternya. Berikut adalah jenis material solar water heater.

 

PERBEDAAN JENIS-JENIS Tangki STAINLESS STEEL Pada Pemanas air Tenaga Matahari :

 

 

Austenitic

Austenitic tersusun berasal dari lebih dari satu bahan, yaitu 16% kromium, 7% nikel, dan nitrogen. Sifat SS austenitic yaitu: mempunyai kemampuan dan ketahanan terhadap suhu (baik suhu tinggi maupun suhu rendah), dan juga mempunyai ketahanan terhadap korosi lebih baik daripada jenis ferritik dan martensitik. Tipe seri SS yang masuk didalam kategori austenitic, yaitu seri SS 300 dan seri SS 200.

Perbedaan seri ini terpengaruh oleh perbedaan komposisi metalurginya, yang akhirnya karakteristiknya pun ikut tidak sama pula. Seri SS 300 lebih tahan karat jika dibandingkan seri SS 200. Namun, seri SS 200 mempunyai harga yang lebih murah sementara dibandingkan bersama jenis SS 300.

 

Ferritic

Jenis SS ferritic terbuat berasal dari komposisi kromium (10,5%-29%), molibdenum, aluminium, titanium, dan sedikit nikel. Ketahanan dapat kororsi jenis ini sebenarnya tidak sehebat austenitic.

Akan tetapi, tetap lebih baik daripada martensitic. Keunggulan SS ferritic yaitu harganya yang relatif murah. Beberapa jenis seri SS 400 masuk ke didalam kategori ferritic, seperti: seri 405, 409, 430, 434, 439, 444, dan 446.

 

Martensitic

Martensitic mempunyai kandungan 10,5%-18% kromium, 2% nikel, dan karbon bersama jumlah yang besar. Kandungan lain berasal dari martensitic yaitu: molibdenum, niobium, silicon, tungsten, vanadium, dan lain-lain. SS jenis ini tetap mempunyai kekurangan terhadap kemampuan menahan korosi, terlebih jika dibandingkan dua jenis di atas. Namun, kemampuan dan kekerasan stainless ini mampu diacungi jempol.

Itulah sebabnya SS jenis ini banyak digunakan untuk pembuatan pisau, peralatan grinding, dan lainnya. Sebagian jenis seri SS 400 masuk didalam kategori martensitic, contohnya saja: jenis seri 403, 410, 414, 416, 420, 431, dan 440.

 

Duplex

Nah, jika jenis ini merupakan hasil ‘pernikahan’ pada jenis autenitic dan ferritic. Oleh dikarenakan itu, karakteristiknya pun nyaris serupa bersama autenitic dan ferritic. Kemampuan duplex didalam menahan korosi nyaris serupa bersama autenitic.

Sementara kekokohan SS berada di pada autenitic dan ferritic. Meski demikian, SS ini mempunyai ketahanan korosi retak tegang (stress corrosion cracking) lebih baik daripada seri autenitic. Jenis ini biasa digunakan untuk pembuatan komponen kapal, industri petrokimia, dan industri kertas.

 

Precipitation Hardening

Ini merupakan kombinasi optimal berasal dari SS austenitic dan martensitic. Itulah sebabnya SS ini mempunyai pembawaan yang unik dibandingkan jenis lainnya.

Karakter percipitation hardening mempunyai kemampuan yang tinggi, dan lebih tahan terhadap korosi (diambil berasal dari pembawaan austenitic). Tipe seri yang termasuk didalam kategori ini, yaitu AISI 17-4 PH yang biasa disebut bersama AISI 630.