4 Hal Yang Harus Di Perhatikan Dalam Menjadi Reseller Barang Import

Untuk melakukan impor barang pertama kamu harus menentukan negara mana yang ingin kamu jadikan negara asal dan negara tujuan. Untuk berjaga-jaga kamu bisa mencari tata Cara Import Barang Dari China apabila kamu menjadikan China sebagai negara asal. Dengan begitu kamu akan mendapatkan informasi yang lebih spesifik dalam tata cara dan juga tahapan untuk membeli barang dari luar negeri atau impor barang dari negara tersebut. Akan tetapi ada beberapa cara umum yang bisa kamu lakukan agar sukses menjadi reseller barang import, beberapa cara tersebut adalah:

  1. Mencari Situs Terpercaya

saat ini sudah banyak sekali website yang menyediakan layanan jual beli antar negara secara online, bahkan ada pula website khusus yang mengakomodir kebutuhan para importir. Maka dari itu cara yang paling mudah adalah mencari dan melakukan riset atau survey atas situs jual beli yang terpercaya yang sesuai dengan kebutuhan kamu. Biasanya ada beberapa jenis situs seperti situs perusahaan tertentu atau situs marketplace. Untuk website perusahaan biasanya mereka hanya menjual varian dan kategori produk mereka sendiri sedangkan untuk marketplace menampung berbagai macam penjual dengan kategori produk yang berbeda.

 

  1. Memperhitungkan Ongkos Kirim

Perlu diperhatikan, ongkos kirim antar negara biasanya akan memakan biaya jauh lebih banyak. Maka dari itu kamu harus memperhatikan berapa ongkos kirim yang akan kamu tanggung agar bisa menentukan harga jual yang akan kamu berikan kepada pelanggan. Selain itu kamu juga bisa mencari strategi bagaimana agar ongkos kirim tersebut menjadi lebih murah. Beberapa strategi yang bisa kamu pakai seperti dengan membeli barang secara grosir, menentukan pelabuhan yang lebih dekat dengan lokasi kamu dan lain sebagainya.

 

  1. Memilih Metode Pembayaran

Dalam transaksi jual beli Internasional ada beberapa jenis alternatif metode pembayaran yang bisa kamu pakai. Walaupun pada intinya kita melakukan transfer uang seperti pada transaksi lokal, akan tetapi untuk transaksi antar negara ada beberapa alternatif metode pembayaran yang bisa kamu pakai seperti Paypal, LC dan lain sebagianya. Kamu juga harus memperhatikan layanan bank yang memiliki logo visa dan master card, biasanya bank dengan logo tersebut melayani transaksi jual beli antar negara.

 

 

  1. Membayar Bea Cukai

Bea cukai merupakan pajak yang dikenakan pada pembeli dalam melakukan transaksi perdagangan antar negara. Kamu bisa memulai dengan melihat harga total dari transaksi yang kamu lakukan dengan penjual. Untuk total jumlah pembelanjaan sebesar USD 50, maka kamu tidak akan dikenakan biaya bea cukai, karena benda tersebut hanya akan dianggap sebagai oleh-oleh saja sehingga tidak ada tambahan biaya apapun. Akan tetapi beda halnya apabila kamu memiliki total belanja lebih dari USD 50, untuk transaksi ini biasanya barang akan ditahan oleh pihak karantina dan perlu ada biaya tambahan sebagai pajak sebelum barang dapat sampai kepada tangan pembeli.

Ada banyak sekali barang yang bisa kamu beli dari luar negeri seperti flashdisk, botol minum, furniture, barang elektronik dan lain sebagainya. Biasanya orang membeli barang tersebut dari luar karena di Indonesia belum memproduksi barang itu.